Knowledge Base
Glossary
Plain-English definitions for the terminology used across Panduan Sepak Bola.
- Aerial Duel Win%
- Persentase duel udara yang dimenangkan pemain dari total duel udara yang terlibat, indikator keunggulan fisik dalam bola-bola lambung.
- Box-to-Box Midfielder
- Gelandang yang memiliki tugas ganda: membantu pertahanan di kotak penalti sendiri sekaligus ikut menyerang hingga kotak penalti lawan.
- Build-Up Play
- Fase membangun serangan dari belakang secara terstruktur, melibatkan kiper dan bek dalam distribusi bola sebelum masuk ke lini tengah.
- Crossing Accuracy
- Persentase umpan silang dari sisi lapangan yang berhasil menemukan rekan satu tim di area berbahaya, indikator kualitas pemain sayap.
- Defensive Line
- Garis imajiner yang dibentuk para bek saat bertahan; posisinya menentukan jebakan offside dan seberapa dalam atau tinggi tim bertahan.
- False 9
- Penyerang tengah yang bergerak turun ke lini tengah untuk menarik bek lawan keluar posisi, membuka ruang bagi pemain lain menerobos ke depan.
- Gegenpressing
- Taktik menekan balik secara intens segera setelah kehilangan bola, sebelum lawan sempat mengatur ulang posisinya, dipopulerkan oleh Jürgen Klopp.
- Half-Space
- Area di antara sayap dan tengah lapangan — zona strategis yang sering dieksploitasi pemain kreatif karena bek kesulitan menjaganya secara langsung.
- High Block
- Formasi bertahan di mana seluruh lini tim bergerak maju mendekati area lawan untuk memotong serangan sejak dini.
- Inverted Winger
- Pemain sayap yang berposisi di sisi berlawanan kaki dominannya, sehingga dapat menggiring ke dalam dan melepas tembakan atau umpan ke area berbahaya.
- Kompak Lini
- Jarak vertikal antara lini terjauh di depan dan belakang tim; jarak yang pendek menunjukkan tim yang terorganisir dan sulit ditembus.
- Low Block
- Strategi bertahan di mana tim berkonsentrasi banyak pemain di dekat area penalti sendiri untuk mempersempit ruang gerak lawan.
- Off-the-Ball Movement
- Gerakan pemain tanpa bola untuk menciptakan ruang, mengalihkan perhatian lawan, atau memposisikan diri menerima umpan pada waktu yang tepat.
- Overload
- Situasi di mana satu tim menempatkan lebih banyak pemain di zona tertentu daripada lawan, menciptakan keunggulan numerik untuk membuka peluang.
- Penalty Expected Value
- Nilai rata-rata gol yang diharapkan dari situasi penalti berdasarkan data historis; umumnya sekitar 0,76 karena tidak semua tendangan penalti berhasil.
- PPDA
- Passes Per Defensive Action — metrik untuk mengukur intensitas pressing tim; semakin rendah angkanya, semakin agresif tekanan yang diterapkan.
- Press Resistance
- Kemampuan pemain atau tim untuk mempertahankan penguasaan bola dan tetap bermain tenang meski mendapat tekanan pressing ketat dari lawan.
- Pressing Intensity
- Ukuran seberapa agresif sebuah tim menekan lawan saat kehilangan bola, diukur melalui PPDA (passes allowed per defensive action).
- Progressive Passes
- Umpan yang memindahkan bola secara signifikan ke depan menuju gawang lawan, digunakan untuk mengukur seberapa baik pemain membangun serangan.
- Set Piece
- Situasi bola mati yang telah dipersiapkan sebelumnya seperti tendangan bebas, korner, atau lemparan ke dalam — sumber sekitar 30% gol di turnamen besar.
- Shot Conversion Rate
- Persentase tembakan yang berhasil menjadi gol, digunakan untuk mengukur efisiensi seorang penyerang atau tim dalam memanfaatkan peluang.
- Tiki-Taka
- Gaya bermain berbasis penguasaan bola dengan umpan-umpan pendek cepat untuk menguras tenaga lawan dan membuka celah, dipopulerkan timnas Spanyol era 2008–2012.
- Transition Attack
- Serangan cepat yang dilakukan segera setelah merebut bola dari lawan, memanfaatkan momen ketika pertahanan lawan belum tersusun rapi.
- xA (Expected Assists)
- Metrik yang mengukur kualitas umpan yang berujung peluang gol, berdasarkan probabilitas bahwa tembakan setelah umpan tersebut akan berbuah gol.
- xG (Expected Goals)
- Metrik statistik yang mengukur kualitas peluang gol berdasarkan posisi tembakan, sudut, dan jarak, bukan sekadar jumlah tembakan.
001
002
003
004
005
006
007
008
009
010
011
012
013
014
015
016
017
018
019
020
021
022
023
024
025