Lewati ke konten
Knowledge Base

Glossary

Plain-English definitions for the terminology used across Panduan Sepak Bola.

001
Aerial Duel Win%
Persentase duel udara yang dimenangkan pemain dari total duel udara yang terlibat, indikator keunggulan fisik dalam bola-bola lambung.
002
Box-to-Box Midfielder
Gelandang yang memiliki tugas ganda: membantu pertahanan di kotak penalti sendiri sekaligus ikut menyerang hingga kotak penalti lawan.
003
Build-Up Play
Fase membangun serangan dari belakang secara terstruktur, melibatkan kiper dan bek dalam distribusi bola sebelum masuk ke lini tengah.
004
Crossing Accuracy
Persentase umpan silang dari sisi lapangan yang berhasil menemukan rekan satu tim di area berbahaya, indikator kualitas pemain sayap.
005
Defensive Line
Garis imajiner yang dibentuk para bek saat bertahan; posisinya menentukan jebakan offside dan seberapa dalam atau tinggi tim bertahan.
006
False 9
Penyerang tengah yang bergerak turun ke lini tengah untuk menarik bek lawan keluar posisi, membuka ruang bagi pemain lain menerobos ke depan.
007
Gegenpressing
Taktik menekan balik secara intens segera setelah kehilangan bola, sebelum lawan sempat mengatur ulang posisinya, dipopulerkan oleh Jürgen Klopp.
008
Half-Space
Area di antara sayap dan tengah lapangan — zona strategis yang sering dieksploitasi pemain kreatif karena bek kesulitan menjaganya secara langsung.
009
High Block
Formasi bertahan di mana seluruh lini tim bergerak maju mendekati area lawan untuk memotong serangan sejak dini.
010
Inverted Winger
Pemain sayap yang berposisi di sisi berlawanan kaki dominannya, sehingga dapat menggiring ke dalam dan melepas tembakan atau umpan ke area berbahaya.
011
Kompak Lini
Jarak vertikal antara lini terjauh di depan dan belakang tim; jarak yang pendek menunjukkan tim yang terorganisir dan sulit ditembus.
012
Low Block
Strategi bertahan di mana tim berkonsentrasi banyak pemain di dekat area penalti sendiri untuk mempersempit ruang gerak lawan.
013
Off-the-Ball Movement
Gerakan pemain tanpa bola untuk menciptakan ruang, mengalihkan perhatian lawan, atau memposisikan diri menerima umpan pada waktu yang tepat.
014
Overload
Situasi di mana satu tim menempatkan lebih banyak pemain di zona tertentu daripada lawan, menciptakan keunggulan numerik untuk membuka peluang.
015
Penalty Expected Value
Nilai rata-rata gol yang diharapkan dari situasi penalti berdasarkan data historis; umumnya sekitar 0,76 karena tidak semua tendangan penalti berhasil.
016
PPDA
Passes Per Defensive Action — metrik untuk mengukur intensitas pressing tim; semakin rendah angkanya, semakin agresif tekanan yang diterapkan.
017
Press Resistance
Kemampuan pemain atau tim untuk mempertahankan penguasaan bola dan tetap bermain tenang meski mendapat tekanan pressing ketat dari lawan.
018
Pressing Intensity
Ukuran seberapa agresif sebuah tim menekan lawan saat kehilangan bola, diukur melalui PPDA (passes allowed per defensive action).
019
Progressive Passes
Umpan yang memindahkan bola secara signifikan ke depan menuju gawang lawan, digunakan untuk mengukur seberapa baik pemain membangun serangan.
020
Set Piece
Situasi bola mati yang telah dipersiapkan sebelumnya seperti tendangan bebas, korner, atau lemparan ke dalam — sumber sekitar 30% gol di turnamen besar.
021
Shot Conversion Rate
Persentase tembakan yang berhasil menjadi gol, digunakan untuk mengukur efisiensi seorang penyerang atau tim dalam memanfaatkan peluang.
022
Tiki-Taka
Gaya bermain berbasis penguasaan bola dengan umpan-umpan pendek cepat untuk menguras tenaga lawan dan membuka celah, dipopulerkan timnas Spanyol era 2008–2012.
023
Transition Attack
Serangan cepat yang dilakukan segera setelah merebut bola dari lawan, memanfaatkan momen ketika pertahanan lawan belum tersusun rapi.
024
xA (Expected Assists)
Metrik yang mengukur kualitas umpan yang berujung peluang gol, berdasarkan probabilitas bahwa tembakan setelah umpan tersebut akan berbuah gol.
025
xG (Expected Goals)
Metrik statistik yang mengukur kualitas peluang gol berdasarkan posisi tembakan, sudut, dan jarak, bukan sekadar jumlah tembakan.